Cara Mudah Format Flashdisk di Arch Linux Agar Bisa Dipakai di Windows & Linux (exFAT)
Tenang! Di artikel ini aku ajarin cara paling aman dan paling gampang format flashdisk pakai exFAT — format terbaik karena:
Bisa simpan file lebih dari 4 GB
Langsung terbaca di Windows 10/11 tanpa install apa-apa
100% support di semua distro Linux modern (termasuk Arch Linux)
Juga bisa dibaca di macOS
Cocok banget buat pemula!
Langkah 1: Colok Flashdisk & Cek Namanya
Buka Terminal, lalu ketik:
lsblkContoh hasilnya (flashdisk biasanya muncul sebagai sda, sdb, atau sdc):
sda 8:0 1 7.5G 0 disk
└─sda1 8:1 1 7.5G 0 part /run/media/daniarsyah/NAMA_FLASH
Artinya flashdisk kamu adalah /dev/sda (bukan harddisk utama ya!).
Langkah 2: Unmount Flashdisk
sudo umount /dev/sda1(Atau klik kanan → Unmount kalau muncul di file manager)
Langkah 3: Install Tool exFAT (sekali saja)
sudo pacman -S --needed exfatprogsLangkah 4: Format ke exFAT (Langkah Paling Penting!)
Cara paling bersih (rekomendasi aku):
sudo mkfs.exfat -n FLASHDISK /dev/sda(Langsung format seluruh flashdisk, lebih rapi)
Atau kalau mau pakai partisi lama:
sudo mkfs.exfat -n FLASHDISK /dev/sda1Ganti FLASHDISK dengan nama yang kamu suka, contoh: DATAKU, BACKUP, MYDRIVE, dll.
Selesai!
Cabut flashdisk → colok lagi. Sekarang sudah jadi exFAT dan bisa langsung dipakai di:
Windows 7/8/10/11
Arch Linux, Ubuntu, Fedora, Manjaro, Mint, dll
Mac juga bisa!
Kalau Mau Pakai FAT32 (hanya untuk perangkat sangat lama)
sudo mkfs.vfat -F 32 -n FLASHDISK /dev/sda1(Tapi ingat: tidak bisa simpan file >4GB)
Tips Penting
Selalu cek
lsblkdulu sebelum format → jangan sampai salah device!Tahun 2025, exFAT adalah pilihan terbaik untuk flashdisk lintas OS.
Sudah dicoba berkali-kali, 100% berhasil!
Punya pertanyaan? Tulis di kolom komentar ya 🌟

Posting Komentar