Panduan Lengkap Python: Dasar Logika & Sintaksis
Selamat datang di dunia pemrograman Python! Bayangkan Python sebagai bahasa yang digunakan untuk "mengobrol" dengan komputer. Jika kita ingin komputer melakukan sesuatu, kita harus memberinya perintah dengan tata bahasa yang benar.
Mari kita bedah satu per satu.
BAB 1: Variabel & Tipe Data (Kotak Penyimpanan)
Konsep Dasar
Bayangkan Variabel itu seperti sebuah kardus atau kotak.
Kita memberi label pada kardus itu (Nama Variabel).
Kita memasukkan sesuatu ke dalamnya (Nilai/Value).
Kita bisa mengambil isinya kapan saja.
Di Python, kita tidak perlu mendeklarasikan jenis kotaknya di awal. Python cukup pintar untuk menebak isi kotak tersebut. Ini disebut Tipe Data.
4 Tipe Data Utama
String (
str): Teks atau kalimat. Harus diapit tanda kutip ('...'atau"...").Integer (
int): Angka bulat (tanpa koma).Float (
float): Angka desimal (pakai koma/titik).Boolean (
bool): Hanya punya dua nilai:True(Benar) atauFalse(Salah). Seperti saklar lampu.
Contoh Kode
# Membuat Variabel (Mengisi Kardus)
nama_siswa = "Budi" # String
umur = 17 # Integer
tinggi_badan = 165.5 # Float
lulus_ujian = True # Boolean
# Menampilkan Isi Variabel
print("Nama:", nama_siswa)
print("Umur:", umur)
print("Tinggi:", tinggi_badan)
print("Status Lulus:", lulus_ujian)
# Cek Tipe Data (Untuk memastikan isi kardus)
print(type(nama_siswa)) # Output: <class 'str'>
print(type(umur)) # Output: <class 'int'>💡 Catatan Penting:
Nama variabel tidak boleh pakai spasi (gunakan
_sebagai ganti spasi, contoh:nama_siswa).Python membedakan huruf besar dan kecil (
Namabeda dengannama).
BAB 2: Struktur Kontrol (Logika Percabangan)
Konsep Dasar
Dalam hidup, kita sering mengambil keputusan berdasarkan kondisi.
JIKA hujan turun, MAKA bawa payung.
JIKA TIDAK (cerah), MAKA pakai topi.
Di Python, ini disebut if-else. Komputer akan mengecek sebuah kondisi. Jika benar, dia jalankan kode A. Jika salah, dia jalankan kode B.
Aturan Emas: Indentasi (Spasi)
Python sangat peduli pada kerapian. Kode yang berada di dalam if atau else harus menjorok ke dalam (biasanya 4 spasi atau 1 tab). Ini menandakan bahwa kode tersebut adalah "anak" dari perintah if.
Contoh Kode
nilai = 75
# Logika Percabangan
if nilai >= 70:
print("Selamat! Anda Lulus.") # Kode ini menjorok ke dalam (Indentasi)
print("Pertahankan prestasimu!")
else:
print("Maaf, Anda belum lulus.")
print("Belajar lebih giat lagi ya.")
print("Terima kasih sudah ikut ujian.") # Kode ini sejajar dengan 'if', jadi selalu dijalankanPenjelasan:
Komputer cek: Apakah
nilai(75) lebih besar atau sama dengan 70?Karena Ya (True), maka komputer menjalankan kode di bawah
if.Kode di bawah
elsedilewati (di-skip).Kode terakhir (
Terima kasih...) dijalankan karena posisinya sudah keluar dari blokif-else.
BAB 3: Perulangan (Looping)
Konsep Dasar
Komputer itu hebat dalam mengerjakan hal yang sama berulang-ulang tanpa merasa bosan. Untuk menyuruh komputer melakukan itu, kita menggunakan Looping.
Ada dua jenis utama: for dan while.
🅰️ Perulangan for (Analogi: Lari di Lapangan)
Analogi untuk Siswa: Bayangkan seorang pelatih olahraga menyuruh kamu lari keliling lapangan. Pelatih bilang: "Lari sebanyak 5 putaran!"
Kamu tahu pasti kapan mulainya dan kapan berakhirnya (putaran 1 sampai 5). Kamu menghitung: 1, 2, 3, 4, 5. Selesai.
Ini adalah for loop. Kita menggunakannya ketika kita tahu berapa kali kita ingin mengulang sesuatu.
Contoh Kode:
# range(1, 6) artinya mulai dari angka 1, tapi berhenti SEBELUM angka 6
# Jadi urutannya: 1, 2, 3, 4, 5
print("Mulai Lari!")
for putaran in range(1, 6):
print(f"Sedang lari putaran ke-{putaran}")
print("Selesai Lari! Istirahat.")Output:
Mulai Lari!
Sedang lari putaran ke-1
Sedang lari putaran ke-2
Sedang lari putaran ke-3
Sedang lari putaran ke-4
Sedang lari putaran ke-5
Selesai Lari! Istirahat.🅱️ Perulangan while (Analogi: Lari Sampai Lelah)
Analogi untuk Siswa: Sekarang pelatih bilang: "Larilah terus selama kamu belum lelah!"
Di sini, kamu tidak tahu berapa putarannya. Bisa 3 putaran, bisa 10 putaran. Yang penting, selama kondisi "belum lelah" itu benar (True), kamu terus lari. Begitu kamu lelah (False), kamu berhenti.
Ini adalah while loop. Kita menggunakannya ketika kita tidak tahu pasti berapa kali mengulang, tapi tahu kapan harus berhenti.
Contoh Kode:
energi = 5 # Kita punya 5 poin energi
print("Mulai Lari Bebas!")
while energi > 0:
print(f"Lari! Sisa energi: {energi}")
energi = energi - 1 # Setiap lari, energi berkurang 1
print("Energi habis! Berhenti lari.")Output:
Mulai Lari Bebas!
Lari! Sisa energi: 5
Lari! Sisa energi: 4
Lari! Sisa energi: 3
Lari! Sisa energi: 2
Lari! Sisa energi: 1
Energi habis! Berhenti lari.⚠️ Bahaya
while: Hati-hati! Jika kondisi tidak pernah menjadiFalse(misalnya energi tidak dikurangi), komputer akan lari selamanya. Ini disebut Infinite Loop dan bisa membuat program kamu hang/error.
Tantangan Kecil (Latihan)
Coba gabungkan semua ilmu di atas untuk membuat program sederhana ini:
Kasus: Buatlah program untuk mengecek apakah seorang anak boleh menonton film horor.
Buat variabel
umur.Gunakan
if-else: Jika umur di atas 17 tahun, cetak "Boleh Nonton". Jika tidak, cetak "Dilarang Nonton".Jika "Dilarang Nonton", gunakan loop
foruntuk mencetak kata "Nonton kartun saja" sebanyak 3 kali sebagai saran.
Kunci Jawaban (Coba dulu sendiri sebelum intip!):
👉 Klik untuk melihat jawaban
umur = 15 # Coba ubah angka ini untuk mengetes
if umur >= 17:
print("Boleh Nonton Film Horor.")
else:
print("Dilarang Nonton Film Horor.")
print("Saran untukmu:")
# Looping untuk memberikan saran
for i in range(1, 4):
print(f"{i}. Nonton kartun saja")</details>
Ringkasan
Variabel: Kotak untuk menyimpan data (String, Integer, Float, Boolean).
If-Else: Membuat keputusan (Jika A maka B, jika tidak maka C). Perhatikan indentasi!
For Loop: Perulangan yang sudah jelas jumlahnya (Seperti lari 5 putaran).
While Loop: Perulangan berdasarkan kondisi (Seperti lari selama belum lelah).
Selamat! Anda sudah menguasai dasar logika pemrograman Python. Langkah selanjutnya adalah mempelajari Fungsi dan List, tapi pastikan pondasi di atas sudah benar-benar kuat dulu.

Posting Komentar